good friend is coming
Halo, hehehe.
dunno what to write but here i'm right now, typing these word by word, continuously.
sudah lama pengen nulis sejak postingan terakhir, tapi bingung, apa yang mau ditulis? bukan karena lagi gak ada yang pengen direkamin disini, justru karena terlalu banyaknya suara-suara di dalem pikiran kita yang minta pengen didengerin semuanya, most of them keep begging us to write some stuff on blog. kita? us? iya. aku, dan diriku, hehehe. baiklah, kali ini mau ngerekam momen yang ini aja. mulai darimana ya kita. hmm...ya...jadi, sekarang, aku nganggep diri yang sudah bersama dari lahir ini sebagai teman; temanku yang baik, yang butuh didengarkan, butuh dijaga, dan terpenting, butuh untuk dicintai. akhirnya, setelah sekian lama. sejujurnya, baru akhir-akhir ini aku bener-bener nganggep dia sebagai teman. sebelum-sebelumnya? di waktu lalu? kalau mundur beberapa langkah dari sekarang, yang aku inget, dia sering banget disalahin, dimarahin, dicuekin, dikatain, dan dibenci. oleh siapa? ya aku sendiri. kenapa? karena setiap ada masalah, setiap ada apa-apa, aku selalu nyalahin diriku sendiri, suara-suara di pikiran ini sampe bener-bener dateng ke dalem hati, nyampein pesen mereka; kamu bodoh, kamu egois, kamu gak bisa diandelin, kamu terlalu lamban, kamu gak pinter kayak temen-temenmu yang lain, kamu males, kamu gak pernah mau berjuang dan berusaha keras, kamu layak buat dibenci.
bertahun-tahun suara-suaranya sering bolak-balik; dari pikiran ke hati, menyampaikan pesan mereka, lalu kembali ke pikiran, gak lama, mereka jalan lagi ke hati, dan begitu seterusnya, dengan intensitas yang tinggi, dengan waktu yang nggak sebentar. lama-lama ngerasa, kasihan juga suara-suara ini, pasti capek setiap saat mondar-mandir, nempuh perjalanan dari pikiran menuju hati. sama seperti manusia, aku rasa mereka juga perlu istirahat, bahkan kalau perlu berhenti.
sejak bermigrasi di tempat baru, dari masa adaptasi, masa transisi, sampai masa sedang menikmati seperti sekarang ini, aku bener-bener ngerasa ada perubahan yang besar banget di dalem diriku. nggak tahu kenapa, aku bener-bener bisa nikmatin setiap hal yang aku lakuin, setiap proses yang aku alamin, dan itu bener-bener smooth, apa ya istilahnya, ngalir begitu aja, diikutin sesuai alur jalannya, nggak yang tertekan karena harus jauh dari keluarga, sedih-sedihan, nangis-nangis, galau tiap malem, ngeliat sesuatu yang bikin inget keluarga dikit-dikit jadi baper, dan lainnya yang semacam itu. padahal dulu waktu masih di depok-jaksel, setiap ibuk sama bapak nelpon atau video call, kadang setelah selesai tiba-tiba nangis, pengen pulang, homesick yang terlalu sering melewati garis perbatasannya, yang katanya dinamakan berlebihan, karena terlalu manja. mungkin karena sekarang angkanya sudah cukup banyak, sudah bukan remaja labil lagi, gelarnya sudah berganti jadi dewasa labil, hehe. dan mungkin, karena lingkungan dan suasana disini yang bener-bener enak banget buat dijadiin tempat tinggal. tata letak dan bangunan rumah-rumahnya, kampusnya, sampai semua yang menghuni disini sebenernya biasa aja, tapi hati ini suka ngeliatnya, semakin hari semakin penasaran, nyaritau lebih banyak lagi, hampir setiap pagi ngelilingin lingkungan sekitar, lama-lama bisa jatuh cinta, atau sudah?
darisitu jadi semakin sadar, disini aku bisa ngerasa bahagia, bukan bahagia yang cuma dateng dan singgah sebentar kemudian pergi tanpa pamitan entah kemana, tapi bener-bener bahagia yang apa adanya, bahagia yang tulus, definisi bahagia yang sesungguhnya. kalau di postingan sebelumnya sempet ngerasa putus asa karena sudah ditolak sama sesuatu yang tiba-tiba munculin pelangi dan kupu-kupu selama beberapa hari di waktu itu, setelah beberapa hari semedi, ngerenungin semuanya dan introspeksi diri lagi, sebenernya memang dari awal aku udah salah karena menaruh harapan yang begitu besar dan terlalu percaya diri, ujung-ujungnya ya bikin sakit hati, ngelukain diri lagi. tapi setelah beberapa waktu ini, ya sudah, gak apa-apa, gak harus yang ditangisin sampe lama, sedih-sedih gak jelas, karena ya buat apa? dan mau sampe kapan? mending lanjut nyari dan nerima ajakan kesempatan di depan. yang udah baris rapi dan ngantri banyak kok.
ohiya, balik lagi ke definisi bahagia yang sesungguhnya, hehe. jadi, selama udah hampir dua bulan disini, tiap malem waktu mau tidur jadi seneng sendiri mikirin hal-hal apa yang mau dilakuin besok, dan besoknya pas bangun gegoleran di kasur sampe sore, hehe nggak ding. besoknya pas bangun beneran ngelakuin apa yang udah diplanning pas malem sebelumnya. bener-bener jadi hidup rajin dan nurut banget, jadi ngerasa lucu aja sama diri ini, bisa ya dia berbuat hal kayak gini, kenapa nggak daridulu aja seperti ini. kenapa nggak daridulu aja kita berteman baiknya.
dan akhirnya, karena sudah semakin sadar, karena aku juga disini sendiri, aku mutusin buat ngajak diri ini berteman, memulai segalanya dari awal, bersama-sama. semoga, hubungan ini akan selalu baik, gak ada lagi suara-suara yang menempuh perjalanan dari pikiran sampai ke hati untuk menyampaikan pesan-pesan jahatnya, gak ada lagi ucapan kasar serta kebencian yang mengandung toxic dan nyakitin. semoga aku bisa mencintai teman baruku ini, sampai kapanpun, sampai selama waktu yang bisa kita lalui, bersama. Aamiin.
teruntuk teman baruku yang baik; diriku; selamat datang, salam perkenalan. mari kita lalui segalanya bersama-sama ya, selalu.

Surakarta;
dengan berbagai rekaman momen baiknya,
dengan berbagai rekaman momen baiknya,
10.26.2018.
Comments
Post a Comment