pertemuan

Hembusan angin pelan, pewarnaan tegas biru langit bersama putih pekat awan, pemandangan beberapa orang yang terlihat sibuk tapi tetap tenang dengan aktivitas masing-masing. Sepertinya semua memiliki tujuan yang sama, tidak ingin melewatkan momen cuaca cerah yang jarang terjadi di pertengahan musim dingin bulan Desember. Perpaduan yang tepat untuk menikmati waktu sore hari di taman kota, seperti sekarang ini. Sempurna.

Sayup pelan terdengar dentingan piano tidak jauh dari fasilitas publik tempat favorit banyak orang itu. Rangkaian not yang dimainkan, baginya sungguh tidak asing sekalipun hanya mendengarnya sepintas lalu. Lagu ciptaan Joe Hisaishi dari film animasi rumah produksi Studio Ghibli. Iya benar, tidak diragukan lagi. Totoro. Siapa yang memainkannya dengan begitu apik seolah seperti sedang mendengarkan konser permainan piano dari penciptanya sendiri?

Mengikuti asal sang suara, menyusuri jalur pejalan kaki yang kebetulan tidak banyak kendaraan berlalu lalang di dekatnya, baguslah, bisa sedikit terhindar dari sambaran kejam polusi. Semakin jauh melangkah, lantunan piano semakin terdengar jelas. Dan lagi, terus melanjutkan langkah, seperti sudah tahu benar kemana sepasang kaki itu akan menuntun pemiliknya. Hingga sampailah pada tempat yang menjadi sumber dari rasa penasaran tadi. Lagu Totoro yang dimainkan secara instrumental dengan piano menggema, berkolaborasi dengan khas wangi roti yang baru saja dikeluarkan dari oven. Benar-benar perpaduan sempurna setelah suasana sebelumnya di taman kota.

"Lho, Kanara? Kenapa berdiri saja di depan pintu? Sini masuk." ucap seorang perempuan yang memakai celemek warna pearl aqua, tengah membawa nampan berisi beberapa roti.

Perempuan yang baru saja disuruh masuk, tidak sadar bahwa ternyata sudah cukup lama berdiri di depan pintu, menikmati lagu Totoro dari permainan piano seseorang yang posisinya setengah membelakangi pintu masuk utama menuju ruangan. Dalam ruangan itu, ada sisi dinding berwarna putih bertuliskan "Selamat Datang di Toko Roti Kinomaru". Setelah menutup kembali pintu kaca yang menjadi tempatnya bersender tadi, ia berjalan menuju perempuan yang baru saja memanggilnya.

"Tiba-tiba kesini. Sedang ingin makan roti?" tanya perempuan yang tadi membawa nampan berisi roti, kini sedang menata roti-roti tersebut ke etalase kaca di depannya.

"Hmm? Iya." jawabnya, pelan, perhatiannya masih tertuju pada alunan lagu Totoro, dan tidak sadar sepasang matanya kembali melirik sang pemain piano, seseorang yang sudah nyaris sempurna memainkan salah satu lagu favoritnya, lebih tepatnya.

Si penata roti mengikuti titik pandang perempuan di depannya, setengah tersenyum setelah mengetahui penyebab perasaan-sedikit-tidak-diacuhkan yang menghampirinya.

"Hei, Orion. Sepertinya ada yang sedang mengagumi permainan pianomu saat ini."

Lelaki yang memainkan lagu Totoro itu tadi, setengah membalikkan badan ke samping namun tetap menggerakkan jemari kedua tangannya di atas tuts piano, menaikkan kedua sudut bibir, memperlihatkan lengkungan yang menghiasi wajahnya sebentar, memberikannya kepada perempuan bernama Kanara.

Tanpa terlibatnya kesengajaan, ada pertemuan bermula, yang selanjutnya akan menjadi sebuah perjalanan cerita. 

Comments