setelah cukup lama

beberapa kali dipikirkan, beberapa waktu terkorbankan, beberapa rupa penyangkalan, hingga merasa sudah benar-benar berada persis di sebelah batas area ketidak masuk akalan, atau sudah berada di ujung, dan tidak ada lagi jalan yang bisa dilalui; terperangkap, atau memang sengaja dipertemukan bersama dengan satu alasan, dan dia juga berperan sebagai jawaban atas hal yang kemarin sempat dipertanyakan.

bukan overreacting cell. bukan sel berlebihan. bukan juga kind-hearted cell, tidak --tidak dengan sel baik hati. tidak pada keduanya.

mungkin itu adalah sel ketulusan. saat sel rasional dan sel emosional berdebat atas sesuatu yang terjadi di luar sana, sibuk dengan beberapa pilihan yang akan dilakukan pada saat itu juga, sel ketulusan datang dengan membawa satu pilihan yang ia sendiri sudah putuskan, jauh sebelum sel rasional dan sel emosional dihadapkan dengan beberapa pilihan itu, jauh sebelum keduanya berargumen atas mana pilihan yang terbaik untuk dilakukan nantinya --oleh, ya, olehku.

mungkin terdengar tidak masuk akal, mungkin terdengar seperti --bisa-bisanya dia menganggap dirinya selalu melakukan segala sesuatunya dengan ketulusan. iya, tidak apa-apa.

tapi, tanpa memikirkan perdebatan tak berujung akan adanya sel berlebihan, sel baik hati, sel rasional, sel emosional, atau sel-sel lain dengan beragam karakternya yang hidup menetap dalam tubuh ini, aku senang karena setidaknya, aku merasa bahwa sel ketulusan ada bersamaku, dan mau menjadi temanku --aku anggap begitu.

haiiiiiiii, sel ketulusan. aku senang karena merasa memilikimu. benar kan, kamu ada dalam diriku, dan saat ini sedang bersamaku? tidak, bukan hanya saat ini, tapi selalu, aku harap. agak geli sebenernya waktu ngetik ini, tapi gapapa, memang murni ungkapan hati dan sebagai bentuk menghargai upaya kejujuran diri.

mulai sekarang, mari lakukan segala sesuatunya bersama ya.
siap qaqaaa~


bukan berarti aku menganggap aku ini orang yang sangat tulus dalam melakukan setiap hal pengennya hehehe, tidak tidak, bukan begitu. tapi, dibandingkan dengan sel berlebihan dan sel baik hati, aku lebih suka bersama sel ketulusan, karena mungkin tanpa disadari, dia selalu muncul saat aku benar-benar ingin melakukan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh; berjuang pada mimpi-mimpi yang tak terbatas, berkorban dalam kesempatan kehidupan yang memang layak untuk menjadi pemenang di waktu kemudian, berusaha memberikan yang terbaik untuk beberapa yang terdekat, terpenting, dan cukup, hingga sangat berpengaruh dalam satu keberadaanku, serta semua yang memang berhak dan layak dalam kesatuan makna itu. jadi, kalau aku ingin merealisasikan mimpi-mimpi yang jumlahnya tak terhingga ini, kalau aku ingin melihat sesuatu kembali bersinar atas apapun bentuknya dengan dasar pengorbanan, kalau aku ingin melakukan sesuatu untuk seorang atau beberapa --siapa saja yang termasuk dalam ketiga itu tadi, sel ketulusan dengan senang hati akan datang dan menemani. aku anggap begitu =)

ngomong-ngomong, hari ini lagi seneeeeeeng banget karena tahu bahwa setidaknya aku sudah sedikiiiiiit sangat sedikit dan beneran sedikiiiiiiiit berguna bagi beberapa orang lain di bumi ini lebay banget cuma beda kota masih satu provinsi kata-katanya udah kayak beda negara beda benua gapapa norak, lebay dan alay, justru jauh berkali lipat lebih menyambut perasaan yang seperti ini. hadirnya mereka semakin menambah jumlah seneng yang ada di celengan kebahagiaan saat ini, hehehe. yippy \(^w^)/

Alhamdulillah.

Comments