jalan
interaksi sama orang lain itu membuat hidup menjadi lebih bermakna. yayaya~ lagi-lagi klise, nggapapa. setiap waktu jadi sering banget bikin banyak pertanyaan yang diajuin ke diri sendiri, dan mungkin malah bisa jadi pernyataan yang didukung oleh sang perkumpulan suara. bukan didukung, tapi sugesti agar didukung lebih tepatnya, biar ngeyakinin diri bahwa apa yang dilakuin bener, atau malah bikin diri ngerasa semakin bersalah.
"bener nggak ya tadi aku ngomongnya" "kira-kira kesel nggak ya setelah aku bales gitu waktu cerita tadi" "kayaknya aku salah udah ngebahas hal gak penting banget kayak gini" "yang aku omongin emang nggak butuh respon" "kayaknya aku udah nyakitin perasaannya", serta "udah" dan"kayaknya" yang lainnya.
perempuan, dan overthinking. dua hal yang nggak bisa dipisahin, sudah melekat kuat kayak jingle nya tokopedia di pikiran. bukan hanya satu, dua, atau tiga, tapi semua hal dipikirin, kenapa bisa gitu ya. menjadi perempuan itu melelahkan juga, apa sebaiknya menjadi badut mampang saja yang ada dimana-mana dan selalu ceria di setiap waktu. badutnya ya, bukan orang dibaliknya. mungkin yang terpenting, ketika sedang berinteraksi dengan seseorang atau beberapa sekaligus, katakan apa yang benar-benar ingin kamu katakan, tidak usah dipendam, tidak usah merencanakan tanpa merealisasikan, tidak usah berbicara seperti anak sastra, penikmat kopi di cafe estetik dan pemuja senja kalau memang tidak menggemari bidang yang sama, tidak usah takut untuk jujur, coba untuk selalu berkomunikasi dengan apa adanya, karena komunikasi adalah kunci. oh tidak tidak, bukan promosi jurusan, tanpa melakukannya peminatnya sudah sangat banyak kok.
bukan juga juru kunci gunung berapi.
gapapa memikirkan banyak hal, asal tidak usah berlebihan. ngelakuin kegiatan yang disenengin bisa mengurangi itu, terutama dengan diri sendiri, misalnya yaa baca buku dengan tema yang beda-beda, ikut volunteer dan jadi panitia dalam sebuah project, nyobain macem-macem aplikasi dari playstore, pergi naik transportasi umum tanpa tujuan, menggambar dan menulis apa saja, atau hal-hal lain yang bikin diri jadi mengurangi porsi memikirkan-apa-saja-semuanya-yang-ingin-dipikirkan.
memikirkan sesuatu itu boleh, dan memang perlu, dengan porsi yang sesuai takaran. semoga setelah menulis ini, perempuan-perempuan overthinking kurang lebih seperti dhinira kadang-kadang bisa menginvestasikan waktu overthinkingnya untuk hal yang bermanfaat. ya untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk teman-teman, untuk orang lain, untuk siapa saja. kalau memang susah, ya sudah, jalani saja, tidak apa-apa, daripada nggak ada hal yang bisa dipikirkan, nggak enak juga.
btw ini nulis apa ya, selalu saja random. sudah dulu ya blogspot, mau lanjut menjemur baju di tengah malam. memang random, seperti tulisannya.
"bener nggak ya tadi aku ngomongnya" "kira-kira kesel nggak ya setelah aku bales gitu waktu cerita tadi" "kayaknya aku salah udah ngebahas hal gak penting banget kayak gini" "yang aku omongin emang nggak butuh respon" "kayaknya aku udah nyakitin perasaannya", serta "udah" dan"kayaknya" yang lainnya.
perempuan, dan overthinking. dua hal yang nggak bisa dipisahin, sudah melekat kuat kayak jingle nya tokopedia di pikiran. bukan hanya satu, dua, atau tiga, tapi semua hal dipikirin, kenapa bisa gitu ya. menjadi perempuan itu melelahkan juga, apa sebaiknya menjadi badut mampang saja yang ada dimana-mana dan selalu ceria di setiap waktu. badutnya ya, bukan orang dibaliknya. mungkin yang terpenting, ketika sedang berinteraksi dengan seseorang atau beberapa sekaligus, katakan apa yang benar-benar ingin kamu katakan, tidak usah dipendam, tidak usah merencanakan tanpa merealisasikan, tidak usah berbicara seperti anak sastra, penikmat kopi di cafe estetik dan pemuja senja kalau memang tidak menggemari bidang yang sama, tidak usah takut untuk jujur, coba untuk selalu berkomunikasi dengan apa adanya, karena komunikasi adalah kunci. oh tidak tidak, bukan promosi jurusan, tanpa melakukannya peminatnya sudah sangat banyak kok.
bukan juga juru kunci gunung berapi.
gapapa memikirkan banyak hal, asal tidak usah berlebihan. ngelakuin kegiatan yang disenengin bisa mengurangi itu, terutama dengan diri sendiri, misalnya yaa baca buku dengan tema yang beda-beda, ikut volunteer dan jadi panitia dalam sebuah project, nyobain macem-macem aplikasi dari playstore, pergi naik transportasi umum tanpa tujuan, menggambar dan menulis apa saja, atau hal-hal lain yang bikin diri jadi mengurangi porsi memikirkan-apa-saja-semuanya-yang-ingin-dipikirkan.
memikirkan sesuatu itu boleh, dan memang perlu, dengan porsi yang sesuai takaran. semoga setelah menulis ini, perempuan-perempuan overthinking kurang lebih seperti dhinira kadang-kadang bisa menginvestasikan waktu overthinkingnya untuk hal yang bermanfaat. ya untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk teman-teman, untuk orang lain, untuk siapa saja. kalau memang susah, ya sudah, jalani saja, tidak apa-apa, daripada nggak ada hal yang bisa dipikirkan, nggak enak juga.
btw ini nulis apa ya, selalu saja random. sudah dulu ya blogspot, mau lanjut menjemur baju di tengah malam. memang random, seperti tulisannya.
Comments
Post a Comment