kenapa?
Kamu boleh untuk mengeluh, boleh untuk menyesal, dan tentu juga boleh untuk bersedih. Kamu boleh merasakan semua perasaan. Ketika kamu bersedih, tidak perlu berteman dengan penyangkalan, dia tidak akan membuatmu menjadi lebih kuat. Saat kamu menyangkal pada satu perkataan, pada satu kenyataan, pada satu perasaan, ya memang, awalnya akan baik-baik saja. Kamu bisa menerimanya, kamu merasa tidak ada yang salah. Berlanjut pada penyangkalan perkataan, kenyataan, dan perasaan untuk yang kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, tetap saja kamu merasa seolah semua baik-baik saja. Tapi tidak dengan dirimu. Kamu tidak akan cukup kuat untuk terus melakukannya. Tahu tidak? Manusia itu punya batas. Akan ada saatnya pertahanan itu akhirnya runtuh juga.
Beberapa waktu ini, langitnya terlihat berwarna abu-abu. Dan beberapa waktu ini juga, untuk saat-saat tertentu, langitnya menjadi penuh warna. Tapi tidak untuk akhir-akhir ini. Sudah hampir setiap hari, kenapa langitnya menjadi terlihat begitu gelap? Kenapa selalu ada genangan. Tiba-tiba, tidak dapat diprediksi. Sebenarnya, ada apa? Tidak ada alasan masuk akal yang dapat menjelaskannya, tapi kenapa genangannya selalu ada, untuk apa kumpulan air itu datang? Sampai kapan? Aku merindukan langit yang berwarna seperti biasanya.
Beberapa waktu ini, langitnya terlihat berwarna abu-abu. Dan beberapa waktu ini juga, untuk saat-saat tertentu, langitnya menjadi penuh warna. Tapi tidak untuk akhir-akhir ini. Sudah hampir setiap hari, kenapa langitnya menjadi terlihat begitu gelap? Kenapa selalu ada genangan. Tiba-tiba, tidak dapat diprediksi. Sebenarnya, ada apa? Tidak ada alasan masuk akal yang dapat menjelaskannya, tapi kenapa genangannya selalu ada, untuk apa kumpulan air itu datang? Sampai kapan? Aku merindukan langit yang berwarna seperti biasanya.
Comments
Post a Comment