cumi

Heyhow, blogspot, aku hadir lagi. Sedang ingin menulis, apa saja yang bisa dituliskan disini. Ohya, memang beberapa postingan sebelumnya itu terdengar galau dan baper ya? Sampe katanya ada yang ikutan sedih pas lagi baca, hahahaa. Padahal ya biasa aja, tapi pas dibaca sendiri satu dua kali, kok ya ada benernya juga, tapi nggak sampe sedih banget, cuma emang tone-nya kayak lagi gak bersemangat /? Untuk Neny 'momots' Ariyana calon ibu dokter yang sedang terdampar di pulau tanpa starbak-kaepci-domino-pijjahut-cafe estetik dengan minuman greentea yummiy-spots nongki2 asiq nun jauh disana, terima kasih ya sudah selalu setia membaca sepertinya semua tulisan disini, hahaha. Luvyu nyeng, olweis.

Di postingan sebelum ini, sempet nulis dua bahasan yang digemari kaum indie penikmat senja dan coffeeshop estetik; merindukan waktu dan memori lalu, serta menggalaukan cinta lama. Yakin cuma kaum indie penikmat senja dan coffeeshop estetik? Sepertinya tidak, mungkin hampir semua orang, benar tidak?

Bagi sebagian, mungkin dua topik ini menarik, karena saling berkaitan, dan hampir semua orang pernah mengalami, tapi tidak untuk dhinira, can't relate, belum pernah merasakan, namanya juga ansos, anak rumahan, mainnya ya cuma sembunyi-sembunyian, benteng-bentengan, rumah-rumahan sama anak kompleks yang rumahnya berdekatan. Jaman smp sma temenannya sama koriya dan the sims, jaman kuliah temenannya sesama anak ansos dan kamar kost, yasudah~

Merindukan waktu dan memori lalu, ini bisa relate, tapi lebih kepada momen-momen berharga saat bersama keluarga dan teman-teman dari jaman piyik sampai sma, yaa saat masih bisa merasakan waktu di rumah bersama semua anggota keluarga, main dan bercanda sama temen-temen, ngeliatin tetangga krucil-krucil ngejar layangan sampe keringetan tapi bisa seneng banget pas udah dapet, kenangan tanpa hadirnya gadget dan teknologi.

Untuk "merindukan waktu dan memori lalu", sudah jelas cerita dibaliknya bukanlah hal biasa dan sederhana. Ada pertemuan dan kenangan yang membekas jelas, bahkan sampai benar-benar terekam dan disimpan dengan baik di dalam hardisk oleh sel-sel penyimpan kenangan yang letaknya jauh di dasar hati. Sampai suatu saat tiba-tiba file di dalem hardisknya diputar kembali, dan isinya terlihat lagi, menimbulkan rindu, tapi belum tentu bisa kembali atau mengulang masa itu?

Menggalaukan cinta lama. Karena dhinira can't relate, jadi akan menulis apa adanya saja sesuai pemikiran. Boleh disimak, boleh juga disanggah. Pertanyaannya, siapa yang akan menyimak dan menyanggah? Sudah jelas bukan Neny Ariyana, karena neny adalah joana dasmon; jomblo anti galau dan sudah lama move on. Wew, bagus juga ya sebutannya. Hak cipta murni dari dhinira, akan dipatenkan ke HKI segera.

Boleh kok, menggalaukan seseorang spesial yang berasal dari masa lalu, tidak ada yang melarang. Setiap orang memiliki setidaknya satu orang lain yang begitu berharga sepanjang dia merekam memori kehidupannya. Tidak ada yang salah. Mungkin memang ada hal yang belum tuntas diselesaikan, perasaan misalnya?

Menggalaukan cinta lama bukan berarti suatu keburukan. Nggak apa-apa kok, karena ada orang-orang yang begitu tulus dan ikhlas saat mencintai seseorang, dan sampai mau berapa lama pun perasaannya akan tetap sama. Tapi, yakinkah kamu untuk berkeinginan kembali ke waktu lalu? Yakinkah kamu, untuk meninggalkan dirimu yang sudah berjuang dan bertahan di waktu sekarang? Yakinkah kamu, untuk mengorbankan mimpi-mimpi di langit yang akan dijemput di waktu mendatang? Kalau salah satu mimpimu adalah mengajak orang di waktu lalumu untuk berteleportasi di waktu mendatang, kenapa tidak bersama daridulu saja? Kenapa harus mengorbankan perasaan, dan melibatkan yang lain ikut terjebak dalam cerita tak berdasar? 

Waktu lalu, biarlah menetap di waktu itu. Kamu itu hidup di waktu sekarang, ya sudah, hiduplah di waktu kamu berada saat ini, nikmati segala prosesnya. Boleh melihat ke belakang; sebagai pengalaman baik dan pembelajaran, serta sebuah cerita di waktu mendatang. Sama juga, untuk waktu mendatang, ya merasakannya hidup di waktu mendatang juga, bukan waktu saat ini tapi ingin segera pergi meninggalkan dan melangkah ke depan. Tuhan tidak menciptakanmu untuk menjadi manusia tanpa melalui proses menjadi manusia. Waktumu yang sekarang, nikmati saja, bersama manusia-manusia lain di sekelilingmu yang juga hidup di waktu sekarang. Kalau ada manusia yang datang dari waktu lalumu? Ya sudah, ucapkan terima kasih, dan jangan lupa berikan senyuman kepadanya, cukup itu saja. Tidak lebih.

Wauw, keren ya, bisa-bisanya nulis gini. Hehe. Pengen nyoba nulis-nulis ginian, ya siapatau bagus, bisa dijadiin cerita dan direkam dalam tulisan, ya cukup dhinira saja yang bisa menikmati. Akhir-akhir ini, nemu beberapa orang yang sedang mengalami ini, masih terikat dengan waktu lalu dan belum benar-benar bisa melepaskan simpul-simpulnya dengan sempurna. Ya temen sma, temen kuliah, temen internship, orang-orang di twitter. Jadi ya, setiap ada yang cerita, cuma bisa dengerin dan gak berani ngomong apa-apa, karena belum pernah merasakan, dan inginnya tidak, semoga, Aamiin. Cukup dengan kamu selalu ada, hadir di saat membutuhkan maupun tidak, dan mendengarkan dengan tulus, kamu bisa turut membantu mengurai simpul-simpul itu agar sepenuhnya terlepas, membuat temanmu tidak lagi merasakan kesedihan yang berlarut dan tak berujung. Bahagia itu pilihan, memang benar, dan kalau kamu memilih untuk berperan serta mewujudkan kebahagiaan seseorang, Tuhan juga akan mengijinkan kamu untuk merasakan kebahagiaanmu sendiri. Ciyeh, bentarlagi bisa bahagia dong dhin?

Hehehe, sudah selalu bahagia kok daridulu. Karena dari kecil sudah merasakan hidup dengan cukup dan dikelilingi sama orang-orang baik dimanapun, sampai saat ini, dan semoga sampai nanti. Aamiin.

Emejing dhinira, tulisan kali ini sepertinya agak sedikit berguna dan quotes tumblr sekali ya. Gapapa kalo enggak, memuji diri sendiri itu perlu, kalau nggak ada satupun yang membuat kamu menghargai dirimu sendiri, kenapa kamu nggak mencoba melakukan dari dirimu sendiri terlebih dahulu? Bingung ya, yaudah sama.

Ohya, siapatau mba neny kebingungan mengkorelasikan antara judul dengan tulisan dikarenakan kadar kelemotan beberapa tingkat diatas dhinira; sebenernya tidak ada korelasinya, tadi menjelang akhir menulis ini lagi makan nasi sama cumi-cumi, dan karena belum ada judulnya juga, daripada buang banyak energi buat mikir, yasudah judulnya begitu. Dan saat ngetik kalimat di atas ini, kepikiran juga judul "cumi" ini ada kepanjangannya: cukup mikir. Iya, tulisan kali ini cukup mikir keras juga, idenya dipikirin dari pagi, nulisnya dari jam 9 dan selesai jam 11 malem. Semoga bermanfaat yha, tq.

Dan lagi, kalau digabung dari judul dua postingan sebelumnya, akan terbentuk jadi "jalan menuju cumi", lucu juga ya, hehe, gapapa, karena jalan menuju roma sudah banyak pengikutnya, belum pernah kan nemu jalan menuju cumi? Gampang sebenernya, coba kalau ibu belanja ke pasar, sekali-sekali ikut dan temani. Itu dia jawabannya.

Baiklah, sudah dulu ya blogspot, mau lanjut mencuci dan menjemur, sampe lupa baju-bajunya masih kerendem karena nulis ini. Ehehehe~ paipaiii~

Comments