its ukai

waktu tuh cepet banget ya jalannya. ngeliat ke arah jam di tangan, jarumnya bergerak terus, semakin lama terlihat semakin cepat. detik ke detik, menit demi menit, jam menuju jam, hari bertambah hari, sampai nggak kerasa bulan sudah berganti, beberapa sudah terlewati. juni, juli, agustus, dan sekarang september. 9 september 2019, bukan bukan, bukan karena harbolnas dan shopee diskon 90% serta free ongkir tanpa minimal pembelian, sampe hapal karena dari pagi hampir hp semua orang disekitar notifnya bunyi, hadeh. kebetulan aja lagi bagus angkanya.

selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu. sudah tinggal sedikit. apa yang tersisa ini akan terlewati begitu saja? tanpa arti? tentu tidak. setiap hari selalu ada cerita dan momen-momen baru yang layak untuk disimpan. hampir dua setengah bulan kehidupan ini bener-bener bikin aku banyak belajar, mendapatkan banyak hal, sudut pandang baru, merasakan memakai sepatu milik orang-orang lain. perbedaannya begitu besar. ada yang bikin seneng, dan sebaliknya juga ada.

seneng? kenapa? apa karena sudah benar-benar merasakan dunia orang dewasa yang sesungguhnya? bekerja ditemani deadline, berkenalan dengan tanggung jawab sesungguhnya, sampai mengharuskan diri berinteraksi dengan ragam jenis manusia; melihat matahari dari balik kaca dan hanya bertemu di dua hari terakhir dalam satu minggu, iya, berangkat gelap pulang juga gelap maksudnya; banyak dapet ilmu baru, menyaksikan karakter baik dan semangat hidup yang luar biasa dari orang lain; kebersamaan, kerecehan dan ruangan yang seketika selalu menjadi tempat karaokean massal untuk jam tiga sore ke atas; ajakan untuk beribadah, istirahat, serta jajan waktu lagi kelaperan dan ngantuk-ngantuknya; kepala jadi semakin berisi karena jadi rajin dengerin podcast-podcast yang ningkatin kualitas hidup dan diri waktu lagi di perjalanan panjang dan melelahkan tapi bikin excited setiap harinya. ada yang bisa diajak ngobrol dan bercanda setiap hari di rumah saat mau berangkat dan pulang. ada yang selalu nanyain "udah makan belum?" setelah sampai di rumah. ngeliat ke meja selalu ada yang bisa dimakan. sampai selalu ada beberapa suara "mau kemana dan sama siapa hari ini?" waktu weekend tiba. seneng? iya, dan belum ingin untuk benar-benar berakhir, sungguh. kenapa waktu cepet banget jalannya.

bagian lainnya juga ada. jam pulang malah naik sembarang busway dan tanpa tujuan. malem-malem beberapa kali ke gbk, pernah muterin jalan kaki, pernah juga duduk-duduk, gak ngapa-ngapain, tau-tau dua jam sudah berlalu, gak ada busway lagi, gak ngerti pulang mau naik apa, untungnya pasti ada jalan. di dalem busway saat di jalan, di kursi ruangan tentu saja tanpa ada yg tau, malu juga kalo ketahuan, di dalam kubik toilet, di mushola, di perjalanan gograb, jalan kaki waktu pulang, tiba-tiba hujan, bukan dari langit, tapi dari balik kacamata. kadang gerimis, kadang deras. kenapa? nggak tau, tiba-tiba terjadi aja. akhir-akhir ini sering. penyebabnya apa juga nggak tau, rasanya jadi sering mellow. lemah? sepertinya iya. tapi akan kangen dengan momen ini. dhinira bersama dhinira, sepenuhnya.

ada empat fase yang terjadi saat kamu mengalami culture shock. pertama, excited karena bertemu dengan budaya baru. kedua, krisis karena merasa tidak cocok. ketiga, penyesuaian karena kamu akan mulai bisa menerima dengan perlahan. dan keempat, sepenuhnya menerima karena kamu mulai mengenal, akrab dan berbaur setelah cukup lama berinteraksi. ini sudah satu tahun, tapi sepertinya aku masih berada dalam fase kedua. dulu aja, seneng banget waktu tau bakalan sendirian di tempat kuliah baru, sekarang? belum dewasa ya dhin, sudah umur berapa?

minggu depan akan sendirian lagi, ngobrol sama tembok dan semut-semut lagi. sedih? iya. sangat.
apa rasa sedih akan mengalahkan mimpi dan semua yang sudah kamu perjuangkan? dalam perjalanan, tujuan itu melangkah ke depan, bukan sebaliknya.

iya, tau kok tapi ya gapapa kan, manusia merasakan kesedihan? pasti, dan akan selalu. kalau sekarang sering, nanti di waktu mendatang akan menjadi jarang dan berkurang, karena Tuhan sudah menentukan segala sesuatunya untuk manusia dengan porsinya masing-masing, kan.



Comments