tape

setiap orang tentu pernah merasakan satu momen yang mengubah cara ia dalam melihat kehidupan. tidak hanya satu, mungkin bisa dua, tiga, atau beberapa.

momen paling membahagiakan, momen yang membuatmu menjadi merasa paling beruntung dan sangat bersyukur, momen yang membuatmu untuk terus berpikir bahwa hidupmu terlalu datar karena pengulangan rutinitas saat hari dan hari berganti, momen yang membuatmu sampai harus mengalami mati rasa, hingga momen terberat yang rasanya kamu sudah tidak sanggup untuk terus bergantung pada satu kata "bertahanlah". semua pernah merasakannya. kalau saat ini kamu merasakan salah satu dari itu, atau satu momen yang membuatmu mengubah caramu dalam melihat hidup, apa yang akan kamu lakukan setelahnya? bagaimana kamu akan menyikapinya?

gampang sekali rasanya ketika hanya berbicara "tidak apa-apa, kamu akan melewatinya", atau "nikmati saja, tidak akan terasa lama, semua membutuhkan proses", atau juga "bukan hanya kamu, aku juga pernah merasakannya."

tapi, ketika kita mendengarkannya, semua terasa tidak ada artinya, tidak akan ada perubahan, rasanya masih tetap sama.

saat mengalami, aku rasa tidak perlu ada nasihat, saran yang terlampau positif dan mengajak untuk menjalani hidup dengan baik atau let it flow aja kalau kata mereka, pretending to be busy thinking just for giving another bullshit advices. aku pikir tidak semua orang memerlukan itu saat ia berada pada titik yang membuatnya merasakan buruk dan bagi orang lain terlihat menyedihkan.

saat seseorang terdekatmu, teman tidak terlalu akrab-mu, orang asing yang kebetulan sedang terlihat menangis di suatu tempat sepi dan kebetulan kamu melihatnya, atau siapapun itu, tengah mengalami momen yang membuatnya merasa buruk, kamu hanya perlu menawarkan diri untuk mendengarkan, dengan tulus dan sepenuh hati, bukan berubah menjadi peran utama sebagai pahlawan bijak dengan rentetan quote google ataupun tumblr, bukan karena sekadar ingin tahu lalu menceritakannya kepada yang lain.

"bagaimana perasaanmu? apa kamu tidak apa-apa?"

menurutku, ini juga lebih baik, tapi tidak semua orang mengerti, karena ya, mereka tidak sedang berada di posisi itu, mereka tidak mengalami. mungkin simpati, namun belum empati. tidak banyak orang yang memiliki sikap empati, karena mereka belum memiliki niatan untuk mencoba dan merasakan sesekali memakai sepatu milik orang lain. masih saja memakai sepatu sendiri. salahkah? tidak, mungkin memang begitu cara manusia hidup. bukan berarti tidak ada yang memiliki empati disini, ada, tapi belum banyak.

aku juga belum bisa untuk berteman dengan empati. seringkali mencoba untuk melepas sepatu yang tengah dikenakan dan ingin merasakan milik orang lain, tapi sepertinya memang belum bisa.

tidak tidak, ini konotasi. ya coba dipikir, untuk apa tiba-tiba buka sepatu yang masih baik-baik aja dan pinjem punya orang, yang ada nanti satu ruangan akan terganggu dengan bau kakimu, pengecualian kalau kamu termasuk rajin menjaga kebersihan diri.

"kamu tidak sendiri, aku selalu disini."

lebih tenang rasanya saat mendengarkan ini. tidak semua orang memiliki satu orang terbaik untuk dapat membagikan segala cerita yang terekam dalam momen-momennya. tidak semua orang selalu dikelilingi oleh orang-orang baik. bersyukurlah jika telah ada yang bersedia menjadi tape untuk memutar segala rekaman kaset-kasetmu. berbahagialah jika kamu sudah memiliki satu. tidak semua bisa merasakannya.

aku sudah bertemu. dengan keisengan, cara bercerita, satu suara saat berusaha menyanyikan berbagai lagu kesukaan, dan segala hal yang dilakukan. selalu menciptakan rindu setiap waktu.

semoga, segala rekaman kaset-kasetku dapat terputar dengan baik dalam satu tape ini.

semoga, satu tape ini bersedia dan tidak akan lelah untuk memutar segala rekaman kaset-kasetku. sampai nanti, dan nanti, dan nanti lagi, untuk seterusnya.

Tuhan selalu baik, jika berbeda pendapat, tidak apa-apa, tidak semuanya harus satu ragam dalam berpandangan.

akhirnya menulis lagi, lega ya setelahnya. sebenarnya masih ada yang ingin dituliskan, tapi biarlah begini saja, sudah cukup membuat senang, dan tentu bersyukur. banyak sekali. hehehe.

bukan, bukan dibaca tape dalam versi bahasa indonesia. bukan juga tappei-nya miiko.



terasa cheesy? iya gapapa, emang lagi pengennya nggak hanya chocolategreentea dan blueberry.

Comments