satu

gimana rasanya?
gimana ya?

belum pernah sekalipun memikirkan untuk bertemu dengan satu yang keberadaannya bisa membuatku merasakan kesal, khawatir, sedih, lega, senang, bangga, berdebar, bahagia, hingga bersyukur; di waktu yang berdekatan, atau beberapa sekaligus bersamaan.

sampai akhirnya Tuhan mempertemukan, dan saat ini mengijinkan bersama. aku harap bisa merasakannya untuk waktu yang lama, sangat lama, sangat lama, benar-benar sangat lama, sampai seterusnya. samakah?

"nanti, nanti, nanti."

untuk saat ini, aku tidak menyukai kata itu. Tuhan bilang bersabarlah, hati juga menyetujuinya dan seringkali berkata serupa. tapi boleh kan, manusia sesekali menyangkal? toh daridulu memang sebenarnya aku sulit sekali berteman dengan ini, tapi aku cukup akrab dengan Pak Sabar yang setiap hari lewat di depan rumah nenek sampai enam belas tahun lalu. by the way, Pak Sabar, aku kangen pentol bikinan Bapak, hiks. Bapak bagaimana kabarnya?

"hari ini disana hujan. bawa jas hujan nggak ya? kehujanan nggak ya?"

pekerjaannya itu melelahkan, tapi sampai larut malam, pagi menjelang hingga hari berganti pun, hati dan pikirannya selalu menikmatinya. dia sedang sangat lelah, kedua matanya yang berterus terang mengatakannya.

"mau sampai jam berapa? mau istirahat berapa lama? besoknya mengulang hal yang lagi-lagi sama. melelahkan ya? apa kamu baik-baik saja?"

"aku cukup menyebalkan baginya nggak ya? aku selalu ganggu dan beberapa kali menurutnya drama, yea been admit it and I nominate myself for dramaqueen awards thanks to you
aku ini memang bikin kesel. tapi aku pengen tau."

"udah makan belum ya? lagi kelaperan nggak ya?"
tidak tidak, untuk ini aku tidak terlalu khawatir, karena makan adalah hal yang dicintai dan nomor satunya, ya begitu asumsiku. mungkin lebih tepatnya seperti:

"semoga bukan mie instan lagi untuk hari ini."

masih banyak lagi lainnya, tentangnya.

"apa perasaannya padaku masih sama sampai sekarang? aku menyebalkan, drama, banyak kekurangan, belum bisa begitu diharapkan. disana banyak lainnya yang pintar, cantik, ramah, hangat, dewasa, mudah berteman, berkoneksi banyak, berpandangan terbuka, berwawasan luas, berpikiran logis, kreatif, berbakat, menyenangkan, sangat hebat, sangat keren, sangat mengagumkan, jauh lebih baik, nggak drama, sudah berkarier dan mandiri."
bukan membandingkan, tapi lebih ke sadar diri. aku mencintai diriku kok.

aku selalu berpikir. aku? apa aku memang pantas? siapa aku? kenapa bisa aku? aku biasa saja. apa aku pantas bersamanya?

tapi dengan hanya melihat namanya saat ada notifikasi muncul bisa membuatku begitu berdebar dan senang. keberadaannya membuatku untuk selalu ingin hidup lebih lama lagi, lebih lama lagi, lebih lama lagi.

kadang juga kepikiran, apa boleh ya, aku merasakan kebahagiaan seperti ini? aku ini siapa? kenapa Tuhan begitu baik?



oh tidak, tenang saja, nggak lagi melankolis kok, tapi lagi-lagi, aku gagal untuk tidak menulis perasaan sendiri disini. mau ngomong curhat aja ribet

iya iya, lebay memang. ya namanya juga, h00man. sel sastrawan sedang berkarya, biarkanlah.

ini bukan pertama kali menulis tentangnya dari awal hingga akhir. sebenarnya, ada satu label yang sedikit banyak menceritakannya juga, untuk beberapa postingan. wah percaya diri sekali ya aku bercerita tentangnya disini. oh hei~ dia tidak membaca lagi tulisanku, dan blog visit disini selalu nol, jadi aku berani, hehehe~ mungkin kalau dia tau, sifat agak sombongnya yang menggemaskan oh no, sooo cheesy, aku hanya akan mengatakannya sekali ini itu akan bersinar seharian, hahaha. tapiii, sombong atau tidak, perasaanku masih, dan akan selalu sama.

anyway, dia rendah hati. sombongnya muncul ketika sudah merasa akrab dengan orang lain. normal

siapa? kamu tidak perlu tau blogspot, maaf yaa. hanya Allah dan dhinira yang boleh tau, hehe.

baiklah, mari kembali bekerja, log out beberapa sementara, saatnya berbenah dan memantaskan diri. alohomora~ wingardium leviosa!~ iyain aja
semangat, dhinira!~

Comments